panduan investasi reksadana bagi pemula

Reksadana adalah produk investasi yang didalamnya ada saham, obligasi, surat utang dan sebagainya. Reksadana mendapatkan uangnya dari investor dan dikelola oleh manajer investasi supaya jumlahnya terus berkembang.

Menabung di rekening bank atau deposito itu nilai uang kita akan kalah oleh inflasi. Reksadana akan memberikan imbal hasil yang secara umum lebih besar dibandingkan dengan deposito. Meskipun, tidak selalu begitu karena yang namanya investasi selalu ada resikonya.

Bagi yang akan berinvestasi di reksadana, ada beberapa tips untuk berinvestasi lebih aman.

Menentukan tujuan

Tujuan investasi ini penting. Apakah besar, kecil atau jangka panjang dan jangka pendek.

Misal, dalam waktu setahun untuk liburan keluar negeri dan untuk jangka panjang untuk pensiun.

Mengenali profil resiko

Profil resiko reksadana secara umum ada 3

  • Profil resiko untuk investor agresif bisa berinvestasi di reksadana saham.

Profil resiko tinggi biasanya diambil investor yang siap rugi. Tetapi, itu karena mengharapkan keuntungan yang juga lebih tinggi. Investor agresif semacam ini bahkan juga cocok berinvestasi saham, komoditi atau forex secara langsung.

Profil resiko tinggi secara umum akan memberikan imbal hasil paling tinggi dibandingkan lainnya. Tetapi, catatan yang ada tidak selalu menunjukkan seperti itu.

Dalam 15 tahun sejak tahun 2002 hingga tahun 2017, ada 5 tahun reksadana profil moderate dan profil konservatif yang memberikan imbal hasil paling besar.

Tetapi, tetap masih ada 10 tahun dimana reksadana profil resiko tinggi yang akhirnya tetap memberikan hasil terbanyak.

  • Profil moderat pada reksadana campuran.

Reksadana campuran masih memebrikan keuntungan secara rata – rata lebih besar daripada reksadana konservatif. Tetapi, dengan resiko dibawah reksadana saham.

  • Profil konservatif, silahkan berinvestasi pada reksadana penghasilan tetap.

Reksadana penghasilan tetap cocok bagi risk averse atau bagi mereka yang cenderung menghindari resiko.

Meskipun begitu, ada catatan juga reksadana model ini pernah merugi.

Jadi, sebagai investasi, semua jenis reksadana tetap memberikan resiko.

cara investasi reksadana

Memilih jenis reksadana yang cocok

Jika kita memiliki tujuan dan sudah faham profil resiko kita, silahkan memilih tipe profil resiko yang cocok.

Saat ini, ada 4 jenis reksadana. Reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan reksadana saham.

Untuk tujuan jangka pendek, reksadana pasar uang bisa menjadi pilihan. Jangka pendek ini kira – kira setahun.

Jika tujuan kita agak panjang, mungkin sekitar 3 tahun hingga 5 tahun, kita bisa memilih reksadana pendapatan tetap.

Untuk potensi kinerja yang maksimal, kita bisa memilih reksadana saham.

Secara logika saja, perusahaan – perusahaan itu lebih banyak yang tumbuh dan berkembang dibanding yang mati. Jadi, memiliki saham mereka sekarang dengan harga Rp. 10.000 akan memberikan nilai lebih dari Rp. 20.000 untuk masa 5 tahun atau lebih.

Jadi, memilih reksadana saham cocok dilakukan jika kita ingin berinvestasi lebih dari 5 tahun atau dalam jangka panjang.

Melihat kinerja dan sejarahnya

Kinerja reksadana bisa kita lihat kinerjanya untuk waktu – waktu yang telah lalu. Ada beberapa faktor yang bisa dipertimbangkan:  Nilai Aktiva Bersih (NAB), return dan risiko.

Semakin lama historis data yang ada, semakin mudah kita memberi keputusan.

Menilai kinerja seperti ini minimal selama 5 tahun yang lalu. Jika mereka hanya mengalami sedikit kerugian saat krisis, maka manajer investasi mereka bisa diandalkan.

Kita bisa membandingkan kinerja antar reksadana yang ada degan waktu yang sesuai dengan tujuan investasi kita. Coba melihat link ini untuk melihat performa para manajer investasi itu.

Menseleksi produk dan manajer investasi

Akan sangat baik jika kita melihat tidak hanya reksadananya saja. Tetapi isi portofolio dalam reksadana tersebut. Selain itu, kita perlu tahu dan mengenal manajer investasi bersangkutan.

Tetapi, kembali lagi kepada performanya yang baik. Jika sebuah portofolio baik maka jeroannya juga aman.

Soalnya, isi jeroan reksadana itu bisa berubah setiap saat tanpa pemberitahuan sebelumnya. Semua tergantung strategi Manajer Investasi ( MI ) bersangkutan.

Oh ya, untuk melihat isi jeroan sebuah reksadana, kita bisa melihat di Fund Fact Sheet ada di bagian “komposisi portfolio” atau “top 5 holdings” di masing – masing website MI bersangkutan.

Disiplin

Salah satu hal penting dalam investasi adalah disiplin. Jika kita sudah punya tijuan keuangan, maka uang yang kita gunakan untuk investasi juga harus disiplin kita sisihkan.

Misal, reksadana kita beli saat baru gajian. Cara ini memastikan bahwa kita selalu mendapat uang untuk berinvestasi.

Sekarang, setelah mengetahui tips untuk berinvestasi reksadana bagi pemula, silahkan dicoba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here