Pada usia 20 an, seseorang mulai merasakan dunia kerja. Tentunya juga merasakan memiliki gaji. Jika sudah memiliki penghasilan, maka naluri pertama adalah berbelanja.

Hal ini tidak bisa dihindari. Selama kuliah, uang saku mungkin terbatas. Saat bekerja, uang bertambah berkali lipat. Yang pasti, barang – barang seperti gadget, kamera DLSR hingga mobil sudah ada di daftar beli.

Tetapi, terkadang bukan itu yang kita perlukan. Jika pada usia 20-an banyak menghabiskan uang untuk berbelanja, ada waktunya ketika bertambah tua kita menyesal. Semua yang kita beli dahulu kurang menambah akumulasi aset kita. Jadi seperti uang yang terbuang saja.

Yang seperti inipun belum seberapa jika dibandingkan beberapa orang lainnya. Ada orang yang baru menyadari pentingnya merencanakan keuangan saat umurnya menjelang pensiun. Sebelum itu, mereka merasa pendapatannya cukup – cukup saja untuk keperluan sehari – hari.

Jadi, sebuah perencanaan keuangan sangat penting untuk dilakukan. Dan, perencanaan keuangan ini menjadi landasan bagi kemerdekaan finansial dimasa depan.

Selain itu, ada beberapa kesalahan finansial yang tidak boleh dilakukan supaya tidak terjerat utang. Utang yang berkelanjutan menjadi masalah keuangan serius dimasa depan.

Jadi, inilah beberapa tips mengelola keuangan untuk usia 20-an

Menghindari bersikap boros

Jangan terlalu terpengaruh gaya hidup instagram. Mereka yang posting foto keluar negeri itu sering hanya ikut tour berombongan. Biaya yang murah artinya hotelpun 1 kamar beberapa orang. Setelah mendapat foto menarik, posting di Instagram.

Berbelanja secara impulsif tidak menguntungkan. Banyak hal yang sebenarnya bisa kita belanjakan barang atau aset yang bermanfaat ternyata uangnya keluar untuk hal yang “habis” dalam waktu singkat.

Apalagi, jika terlalu sering belanja akan membuat tekor. Perubahan ini awalnya bisa menjadi tidak nyaman. Tetapi kita tetap harus fokus.

Mulai menabung

Menabung itu penting untuk saat darurat. Jujur saja, berapa uang Anda untuk bertahan dengan gaya hidup seperti sekarang andaikata tidak ada penghasilan?

2 bulan? 4 bulan atau 9 bulan?

Bagaimana jika kendaraan memerlukan perbaikan mendadak , dan kebetulan mahal? Adakah uangnya?

Menabung 10% dari penghasilan itu penting. Jika bisa, ya lebih dari 10%.

Tabungan yang terhitung aman itu kalau jumlahnya sekitar minimal 6 bulan penghasilan. Kalau kita menabungnya hanya 10% sebulan, itu artinya baru diperoleh saat sudah 60 bulan dong?

Ya memang begitu, jadi kita sebisa mungkin memang menabung dan berhemat.

Menghindari jeratan kartu kredit

Kartu kredit ini sebanarnya digunakan hanya saat mendesak saja. Tetapi sayangnya, ada yang menggunakan kartu kredit supaya tetap bisa berbelanja saat tidak punya uang.

Tipe terakhir ini paling mudah terjerat utang tanpa mampu membayar segera.

Kartu kredit itu bunganya lebih besar dibanding kredit lainnya. Kartu kredit lebih beresiko dibanding misalnya, pinjaman modal produktif.

Untuk pinjaman modal, pihak bank minimal sudah melakukan proses saringan. jadi kelayakan untuk mengajukan kredit sudah bisa diketahui.

Untuk kartu kredit, tidak ada yang seperti itu. Jadi, kredit ini memang lebih beresiko dan bunganya lebih tinggi dibanding pinjaman lainnya.

Jika seseorang baru mampu membayar kartu kredit saat usia 30-an, maka masalahnya bisa berlipat. Saat itu dia menanggung biaya pernikahan, biaya melahirkan dan sebagainya.

Menyusun keuangan jangka panjang

Kita perlu menyusun keuangan jangka panjang. Ya, bahkan saat usia 20-an tahun. Minimal, kita perlu memutuskan jumlah uang yang perlu kita simpan dalam 1 tahun. Dan, kita perlu melakukan beberapa langkah untuk mencapainya.

  • Mulai memikirkan dana pensiun

Memikirkan pensiun saat usia 20-an tahun terasa sangat lama dan tidak masuk akal. Tetapi, nyatanya banyak orang di usia 30-an menyesal mereka melakukannya terlambat.

Saat usia 20-an, saat ini kita belum banyak kebutuhan ( secara umum ). Tetapi saat usia 30-an, ada biaya sekolah anak, yang mungkin mahal. Ada biaya pernikahan yang mungkin dicicil. Ada biaya cicilan rumah dan kendaraan juga.

Secara umum, penghasilan kita akan naik juga sih. Tetapi yang pasti, tanggung jawab juga semakin banyak.

Jika tempat kerja memberikan program pensiun, sebaiknya kita manfaatkan sedini mungkin.

  • Mulai Investasi

Keinginan jangka pendek memang biasanya banyak. membeli mobil, rumah atau apartemen memang sangat penting. Tetapi, tidak ada yang lebih baik dari merencanakan keuangan dengan merencanakan menambah penghasilan.

Karena itulah investasi menjadi penting. Katakan saja, kita menyisihkan uang Rp. 500,000 sebulan sejak usia 20-an tahun untuk berinvestasi ditempat yang returnnya 12%, maka di usia 50 tahun hasilnya sudah milyaran.

Katakan kita perlu dana pensiun 2 milyar di usia 55 tahun. Jika investasi dilakukan di usia 20-an tahun, kita perlu menginvestikan dana hanya 8,3 juta pertahun ( dengan return 12% setahun ).

Jika investasi serupa kita lakukan saat usia 35 tahun, kita butuh dana investasi sebesar Rp, 27,8 juta setahun.

Nah, bedanya banyak sekali. jadi jangan lagi menunda untuk berinvestasi sejak sekarang.

Itulah beberapa panduan perencanaan keuangan untuk usia 20-an tahun. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here