memahami jenis - jenis reksadana

Berinvestasi pada reksadana itu perlu untuk membagi resiko pada beberapa portofolio. Tetapi, tentunya, bagaimana membagi investasi ke reksadana yang tepat.

Untuk bahasa keuangannya, membagi investasi ini dikenal dengan nama Asset Allocation atau Aset Alokasi.

Asset Allocation ini bisa disesuaikan dengan tujuan keuangan kita, profil resiko dan juga sesuai kondisi keuangan dan juga faktor lainnya.

panduan investasi reksadana bagi pemula

Jadi, ada orang yang mengajarkan untuk membagi saham dalam porsi 10-20-30-40. Sekarang, kita bisa modifikasi sedikit dan bagi reksadana kita dengan proporsi 10-20-30-40 juga.

Saat ini reksadana dibagi menjadi beberapa jenis. Reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksadana campuran dan reksadana saham.

Sekarang, jika ada orang memiliki uang katakan Rp 100 juta, maka bisa kita bagi menjadi 10-20-30-40 untuk investasi reksadana berdasarkan profil resikonya.

Reksa dana beresiko paling tinggi adalah reksadana saham. Tetapi, pengembaliannya juga paling tinggi. Profil investor moderat dengan investasi resiko lebih rendah adalah reksadana campuran.

 

 

jenis -dan cara memilih-reksadana-terbaik

Bagi yang ingin “main aman” maka reksadana pendapatan tetap adalah yang paling baik.

Memilih reksadana berdasar profil resiko tidak salah juga. Tetapi, reksadana tidak selalu performanya bergantung pada resiko.

tahun 2002 sd 2017, kinerja reksadana saham tidak selalu menjadi juara. Ada tahun – tahun dimana reksadana lain memberi kembalian yang lebih baik.

Tahun 2002 dan tahun 2016, reksadana campuran memberikan pengembalian yang paling baik dari ke-4 jenis reksadana diatas.

Bahkan, reksadana pendapatan tetap yang paling konvensional, mampu menjadi juara di tahun 2008 dan 2011.

Untuk reksadana pasar uang, pernah menjadi juara pada tahun 2015.

Jadi, selama 15 tahun, ada 5 tahun kinerja reksadana saham yang kalah dibanding reksadana lain yang terhitung lebih konservatif.

Tetapi, patut dicatat juga, kinerja reksadana pendapatan tetap pernah mengalami minus seperti tahun 2005 dan 2013. Jadi, tidak ada jaminan juga.

Jadi, membagi resiko pada beberapa reksadana membuat investasi kita menjadi lebih aman.

Strategi membagi investasi reksadana pada 10-20-30-40 akan membuat kita membeli 10 persen pada reksadana pasar uang. Kita membeli saat harga jatuh.

Yang 20 dan 30 kita investasikan di reksadana lainnya.

Yang 40, adalah reksadana yang sesuai profil resiko kita. Atau, dengan kata lain adalah pilihan reksadana yang sesuai tujuan keuangan kita juga.

Pilihan dan pembagian tadi tidaklah mutlak. Anda pasti punya tujuan keuangan tersendiri dan proporsi tadi tetap bisa dimodifikasi sesuai pilihan Anda.

cara investasi reksadana

 

Bagi yang ingin berinvestasi reksadana dengan uang yang disisihkan dari gaji, semoga ulasan ini bisa sedikit memberi gambaran. Terimakasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here