apakah berkebun emas menguntungkan - review (1)

Berkebun emas adalah cara investasi emas yang pernah menjadi trend pada tahun 2012 / 2013 lalu. Apakah masih mengunrungkan sekarang?

Berkebun emas pada dasarnya memanfaatkan fasilitas gadai emas  dan tentunya, dengan spekulasi.

Menggadaikan emas artinya kita menitipkan emas dengan sejumlah uang. Biasanya pihak bank akan memberikan harga 80% sd 85% dari nilai emasnya. Misal emas emas seharga Rp 15 juta akan dihargai pinjaman Rp 12 juta. Uang ini, kemudian dipergunakan untuk membeli emas kedua dan selanjutnya.

Saat ini, cara investasi seperti ini bisa disebut sebagai berbahaya. Mengapa berbahaya?

karena cara berkebun emas harus memastikan harga emas selalu naik supaya kita memperoleh keuntungan. Padahal, cara menggadaikan ini perlu membayar bunga.

Ini adalah asumsi yang digunakan untuk berkebun emas yang didapat dari sebuah website yang membahas trend ini dimasa lalu:

Asumsi berkebun emas batangan 25 gram.

  • Harga emas bersertifikat dari Antam adalah Rp 9 Juta. ( sesuai yang ditulis website ini ).
  • Uang tunai Rp 12,750.000
  • Asumsi kita bisa menabung Rp 3.750.000 sebulan
  • Nilai gadai emas 80% nilai taksir bank
  • Nilai taksir Rp 300.000 per gram
  • Biaya penitipan Rp 2.500 per bulan setiap gram

Nilai taksir bank, nilai gadai dan lainnya berbeda tergantung kebijakan bank bersangkutan. Nilai diatas hanya asumsi.

Tahap 1

Membeli emas batangan 25 gram tunai dengan uang Rp 12.750.000

jadi Rp 12.750.000 – Rp 9.000.000 = sisa uang Rp 3.750.000.

Sekarang, ada uang Rp. 3.750.000 dan emas 25 gram. ( harga tahun artikel di website tadi ditulis, bukan harga tahun 2019. Gunanya hanya untuk menggambarkan saja ).

Tahap 2

Sekarang, emas tadi kita gadaikan denga nilai Rp. 300.000 per gram. Kita mendapatkan uang Rp. 300.000 X 25 gram = Rp. 6.000.000

Biaya penitipan sebesar: Rp 2.500 X 25 gram X 12 Bulan = Rp 750.000

Sisa uang kita: Rp 3.750.000 – Rp 750.000 = Rp 3.000.000

Tahap 3

Membeli emas batangan 25 gram dengan sisa uang Rp 3 juta tadi plus uang yang kita dapatkan saat menggadaikan emas didepan, Rp 6.000.000.

Rp 3.000.000 + Rp 6.000.000 = Rp 9.000.000

Posisi kita saat ini:

25 gram emas gadai di bank

25 gram emas baru beli ( ditangan ).

Uang kas = Rp 0 –

Kita mesti menabung supaya mendapat uang cas.

Emas kedua ini jangan digadai sampai kita mendapatkan modal untuk membayar biaya penitipan dan membeli emas berikutnya.

apakah berkebun emas menguntungkan - review (1)

Tahap 4

Uang sudah terkumpul karena kita punya pekerjaan. Kemudian, kita ulangi lakukan langkah tahap 2 sampai tahap 3 hingga 5 kali

Hasilnya 

  1. 25 gram (gadai)
  2. 25 gram (gadai)
  3. 25 gram (gadai)
  4. 25 gram (gadai)
  5. 25 gram (ditangan)
  6. Uang kas = Rp 0. Jadi harus menabung lagi untuk mendapat dana tambahan untuk mengulangi proses ini lagi.

Pada tahap ini, modal total kita adalah:

Rp 9.000.000 + ( 4 X Rp 3.750.000 ) = Rp 24.000.000

Tahap 5

Emas yang ada ditangan dijual untuk mendapatkan uang Rp 12.000.000.

Asumsinya, harga emas sekarang sudah mencapai Rp 12.000.000

Posisi emas saat ini,

  1. 25 gram (gadai)
  2. 25 gram (gadai)
  3. 25 gram (gadai)
  4. 25 gram (gadai)
  5. Uang kas = 0

Tahap 6

Uang kas Rp 12.000.000 tadi digunakan untuk menebus emas yang digadai.

Kita bisa menebus emas ke 4, emas ke 3 hingga emas pertama. Jadi posisi akhir kita:

  • Uang kontan: Rp 36.000.000.
  • Modal Awal Rp 24.000.000.
  • Keuntungan total Rp 12.000.000.

Keuntungan total dengan berkebun emas mencapai Rp 33%

Jika kita hanya melihat angka – angka diatas, maka untungnya sangat menggiurkan. Kita bisa menggunakan leverage atau pengungkit yang artinya, kita memperbaiki daya beli kita dengan bantuan uang orang lain.

Contonhnya disini:

Jika investor hanya menggunakan uang dari gadai pertama untuk membeli emas, maka untuknya hanya Rp 3.000.000 ketika emas dijual pada harga Rp 12.000.000

Tetapi, karena investor menggunakan uang gadai hingga nenerapa kali, maka potensi keuntungan investor mencapai Rp 12.000.000.

Lalu apa kerugiannya?

Tentu saja investor akan rugi jika harga emas tidak naik sebanyak itu. Plus, jika harga emas naik terus, maka harga beli untuk 25 gram sudah bukan Rp 9.000.000 lagi. Tetapi, akan mencapai jauh lebih banyak.

Jadi, berbebun emas itu lebih seperti berjudi / berspekulasi ketimbang berinvestasi.

apakah berkebun emas menguntungkan - review (2)

Saat ini, menjadi investor yang cerdas memungkinkan kita lebih sejahtera dibanding mengambil spekulasi. Spekulasi seperti berkebun emas mendasarka n hasil kepada asumsi. Tetapi siapa juga yang memberi jaminan bahwa asumsi kita benar. Yang seharusnya, kita menggunakan data yang akurat dan bukan asumsi untuk mengambil keputusan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here