Tips Mengajukan KPR Supaya Cepat Diterima Bank 3

Apa saja resiko bisnis properti yang kita perlu mengerti dan antisipasi. Resiko properti ini lumayan besar karena harga properti juga besar. Jadi, sangat layak untuk diminimalkan dan dihindari.

Apakah investasi properti

Investasi adalah pembelian / produksi barang yang dipergunakan untuk produksi untuk memperoleh keuntungan dimasa depan. Bukan pembelian untuk dikonsumsi.

Bisnis properti sendiri adalah bisnis yang selalu menjadi bisnis besar sejak jaman dahulu.

Yang agak menyulitkan, bisnis ini modalnya lumayan besar. jadi tidak semua orang akan masuk kesana.

Selain itu, ada juga orang dengan kemampuan finansial mencukupi yang kurang berani berinvestasi properti.

Kelebihan investasi properti

Harga tanah akan selalu naik. Bahkan, kenaikannya adalah yang paling besar dibanding pembelian barang lain.

Tanah jumlahnya terbatas. Tetapi jumlah orang akan selalu bertambah.

jadi, kelebihan pertama:

  • Imbal hasil hampir selalu positif

Kecuali kita membeli properti ditempat beresiko seperti tempat yang pasti sering banjir, di tebing rawan longsor atau pinggir sungai beresiko banjir, maka kepemilikan properti kita bisa dibilang hampir pasti akan menguntungkan.

Jika investasi kita lakukan di lokasi strategis, harga properti akan mudah dan cepat naik.

  • Bisa mendapat pendapatan pasif

Kita bisa mendapatkan penghasilan pasif dengan membeli properti seperti rumah. Misal kita kontrakkkan atau menjadikan rumah tadi rumah kost.

Bisa juga, kita sewakan sebagai kantor atau tempat usaha untuk orang lain.

  • Bisa menjadi agunan bank

Tanah bisa menjadi agunan untuk bank. Ini sudah pasti. Tanah juga memiliki nilai tinggi. Jika taksiran bank lumayan, uang yang ada bisa dibelikan properti lagi.

  • Tahan inflasi

Properti sering mengalami kenaikan harga melampaui inflasi. Pada tahun 1990 an, harga rumah tipe 150 meter di perumahan rata – rata hanya 1,5 kali harga mobil kijang baru jaman itu.

Saat ini, rumah serupa dijual dengan harga hampir 3 kali Toyota Innova terbaru ( reborn ) 2019.

Berinvestasi properti cenderung mendapat kenaikan harga lebih baik dibanding investasi lainnya, termasuk emas. Karena itu, jika ada properti yang bagus dan ada uangnya, memang paling baik segera dibeli.

  • Berbentuk fisik

Investasi tanah berbentuk fisik, real dan bisa kita nikmati dalam jangka panjang.

Selain itu, benda fisik memiliki kepemilikan yang jelas. Semua hal tadi akan terasa lebih menyenangkan bagi kita.

Tetapi, meskipun banyak keuntungannya, ada juga Resiko investasi properti.

Resiko investasi properti

  • Tidak terpakai

Jika properti kita tidak terpakai dalam waktu lama, maka kita beresiko untuk mengeluarkan uang rutin tanpa mendapat pemasukan.

Properti atau rumah yang tidak dirawat akan lebih cepat rusak dibanding yang digunakan oleh orang.

Alasannya mudah saja. Jika ada kerusakan saat properti ada penghuninya, maka akan diperbaiki.

Jika kerusakan terjadi saat rumah kosong, belum tentu cepat diperbaiki.

Penulis pernah melihat sendiri sebuah rumah yang kurang terawat atapnya rusak lumayan parah.

Masalah awalnya sederhana. Genting bocor.

Air hujan yang masuk ternyata membuat kayu rangka atap disekitarnya menjadi lapuk. Karena tidak diurus, lapuknya meluas dan harus ganti banyak kayu rangka, genting dan juga eternit.

Jika properti ini dibeli dengan KPR, maka kita bisa kehilangan penghasilan pasif tetapi harus keluar uang perawatan.

Supaya tidak kosong, kita bisa mengiklankan di berbagai situs yang menerima iklan properti, guest house atau kost.

Resiko investasi properti

  • Kurang liquid / lama untuk dijual kembali

Properti termasuk lama untuk dijual. Jika lokasi kurang strategis, lama untuk menemukan peminat.

Jika lokasi strategis, lama untuk menemukan orang yang kuat membayar mahal.

Ini adalah tantangan mendasar investasi properti.Jadi, ada kemungkinan dana kita akan lumayan lama mengendap.

  • Biaya perawatan dan perbaikan

Yang seperti ini agak susah ditentukan nilainya diawal. Jika properti kita termasuk baru, maka kemungkinan rusak juga kecil jika dirawat dengan benar.

Jika membeli rumah sudah jadi, terkadang kerusakan belum diketahui saat baru dibeli.

Genting bocor hanya bisa diketahui jika hujan. Rangka atap yang rusak, biasanya terlewat.

Saluran limbah tersumbat atau WC hampir mampet juga sulit diketahui hingga properti kita pergunakan.

Selain itu, ada potensi kerugian karena kondisi alam dan perusakan ( vandalisme ) juga.

Ada baiknya Anda menggunakan asuransi untuk properti Anda. Asuransi dari kebakaran dll bisa membuat perasaan lebih tenang.

  • Adanya¬†Debt Gearing

Dept Gearing adalah perbedaan antara utang karena investasi properti kita dan ekuitasnya dibandingkan dengan investasinya sendiri.

Misal, saya punya properti 400 juta dengan utang 180 juta saat membelinya. Maka ekuitasnya adalah Rp 220 juta.

Utang saya nilainya 45% dari nilai rumah saya.

Kita, mesti berusaha meminimalkan nilai Debt Gearing ini. Mesti diingat juga, adanya kenaikan suku bunga akan membuat orang lebih sulit membayar utangnya.

Karena itulah, pembelian properti sebaiknya menggunakan KPR yang bunganya flat atau tetap atau dengan cap yang lebih lama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here